Mengingat pentingnya peranan bahasa sebagai alat komuniksi maupun sebagai kunci menggali khazanah ilmu pengetahuan, kepentingan pendidikan dan kemajuan pengajaran, maka dilembaga pendidikan seperti di pesantren, perguruan tinggi mestina ada peratuaran disiplin berbahasa, tetapi selama ini kebanyakan sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kedipsiplinan berbahasa asing nampaknya kurang diprioritaskan. sehigga yang sudah senior dalam bidang bahasa asing tidak leluasa dalam menerapkan bahasa yang mreka kuasai.
Sebenarnya kunci dari kedisiplinan berbahasa asing itu, pertama, adanya niat dan kemauan yang kuat untuk mengusai bahasa tersebut, dengan mengembangkan dan memperkuat motivasi diri secara terus menerus. sebab itu merupakan salah satu kumci utama untuk bisa menguasai suatu bahasa. kedua, brani dan membuang rasa malu, malas dan perasaan takut salah, perasaan malu, malas dan takut salah adalah penyakit nomor satu yang menjadi penghambat untuk bisa menguasai bahasa, terutama bahasa asing. jika penyakit-penyakit itu tidak di hilangkan, rasanya akan sulit sekali, bahkan tidak mungkin untuk bisa berbicara dan menguasai bahasa asing, kita ingat suatu pepatah yang mengatakan 'ala bisa karena biasa'
Selanjutnya bagaimana cara kita mengkomunikasikan bahasa yang kita pelajari ? cara yang paling benar dan efektif dalam berbahasa asing harus dimulai dengan percakapan. bukan dengan tulisan, apalagi dengan mempelajari kaidah-kaidah melainkan harus dengan praktek langsung. dan ini yang paling sulit kita wujudkan karena kurangnya disiplin berbahasa.
Disamping itu ada faktor lain yang menjadi pernghambat bagi kita yaitu sinisme, negative thingking, dari mereka yang tidak mampu berbahasa asing, sehingga mereka sering mendiskreditkan, mengejek, menghina kepada orang yang punya kapabilitas dalam bahasa asing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar